News Letter

1541WhatsApp_Image_2026-02-20_at_6.04.47_AM

Menilai Keterlibatan Indonesia di Board of Peace

Keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace (BoP)—sebuah forum perdamaian global yang diprakarsai Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Donald Trump—telah menjadi salah satu kontroversi di awal tahun 2026 ini. Meskipun pemerintah beranggapan bahwa keikutsertaan Indonesia adalah bagian  dari komitmen untuk mendukung perdamaian dan kemerdekaan di Palestina, banyak yang menilai langkah ini sebagai anomali terhadap garis kebijakan luar negeri Indonesia yang selama ini konsisten menempatkan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina melihat prosedur dan motif dari lembaga ini yang sarat dengan kepentingan kolonialisme Amerika Serikat dan Israel di tanah Palestina.

Keterlibatan Indonesia di forum ini sebenarnya bukanlah hal yang mengejutkan melihat sikap Indonesia yang lebih akomodatif terhadap Israel pasca normalisasi hubungan diplomatik (Abraham Accords) antara beberapa negara Arab dan Israel pada tahun 2020 lalu. Sejak saat itu, meskipun tetap mempertahankan posisi anti-normalisasi, dibalik layar, interaksi Indonesia–Israel meningkat, baik dalam bentuk komunikasi informal antara pejabat, pertemuan bisnis, olahraga, hingga kerja sama sektor-sektor non-politik (Aswar, 2023, 2025).

Dari sisi ekonomi, nilai ekspor Indonesia ke Israel antara 2014–2024 mencapai sekitar US$ 1,58 miliar, sementara ekspor Indonesia ke Palestina dalam periode yang sama hanya sekitar US$ 19,17 juta (Alfathi, 2025). Pada tahun 2025, neraca perdagangan Indonesia–Israel bahkan mencatat surplus US$ 210,8 juta, dengan ekspor Indonesia mencapai US$ 250,2 juta dan impor barang Israel sekitar US$ 39,4 juta (Kristina, 2026). Komoditas Indonesia yang banyak masuk ke Israel meliputi tekstil, karet, kimia dasar, dan produk manufaktur, sementara impor dari Israel didominasi permesinan, alat elektronik presisi, serta teknologi medis dan agrikultural.

Selain itu ada pula sejumlah interaksi politik yang mulai mencuat pasca 2020 seperti pertemuan antara Menteri Pertahanan Prabowo Subianto bertemu dengan Kuasa Usaha Israel untuk Bahrain, Itay Tagner, dalam sebuah forum di Manama, Bahrain tahun 2021.  Harian Yedioth Ahronoth menyebut pertemuan Prabowo-Tagner merupakan terobosan bagi Israel dan dianggap sebagai pertemuan sangat penting dan berharga bagi Israel (Rahman, 2021). Perwakilan Israel juga pernah berkunjung ke Indonesia dalam Sidang Umum ke-144 Inter-Parliamentary Union (IPU) di Bali pada Maret 2022 (Khoirunnisaa, 2023).

Ketika Prabowo menjadi Presiden, sikap akomodatif ini semakin tampak dan menimbulkan kontroversi yang meluas di Indonesia seperti antara lain, pernyataan Prabowo tahun 2025 yang bersedia menerima dua ribuan korban genosida Gaza untuk dirawat di Indonesia. Meski terlihat peduli, sikap ini dikritik karena dianggap sejalan dengan kepentingan Israel yang hendak mengusir warga-warga Palestina (Wahyuni, 2025). Media Israel bahkan menyebutkan saat itu bahwa telah terjadi komunikasi antara Israel dan pemerintah Indonesia terkait teknis pengiriman warga Gaza tersebut. Namun, rencana ini tidak jadi dilakukan setelah berbagai respons negatif dari publik Indonesia (Reuters And TOI Staff, 2025).

Sikap presiden Prabowo ini terus konsisten di beberapa agenda setelahnya seperti pernyataannya yang disampaikan dalam keterangan pers bersama Presiden Prancis Emmanuel Macron di Istana Merdeka, Jakarta, pada 28 Mei 2025. Saat itu Prabowo mengatakan, “Saya tegaskan bahwa kita juga harus mengakui dan menjamin hak Israel untuk berdiri sebagai negara yang berdaulat dan negara yang harus juga diperhatikan dan dijamin keamanannya” (Humas, 2025).

Dalam pidatonya dalam sidang majelis umum PBB pada 23 September 2025, Presiden Prabowo Subianto menegaskan kembali dukungan penuh Indonesia terhadap Solusi Dua Negara di Palestina. Ia menyampaikan, “Kita harus memiliki Palestina yang merdeka, tetapi kita juga harus mengakui dan menjamin keselamatan dan keamanan Israel. Hanya dengan demikianlah kita dapat mencapai perdamaian sejati: perdamaian tanpa kebencian, perdamaian tanpa kecurigaan” (Arbar, 2025)

Sikap akomodatif Indonesia terhadap Israel di samping tetap menegaskan dukungan terhadap kemerdekaan Palestina menunjukkan sikap mendua pemerintah Indonesia dalam merespon genosida yang terjadi terhadap Palestina. Yang seharusnya pemerintah bisa mengambil langkah tegas tanpa kompromistis serta aktif mendesak penghentian pendudukan dan genosida Israel atas Palestina namun, narasi ini sudah absen dalam berbagai pidato presiden Prabowo selama masa pemerintahannya.

Sikap ini menurut Aniello Iannone (2025) adalah strategi dual signaling di mana pemerintah berupaya bermain dua kaki dengan tetap menjaga reputasi sebagai negara pro-Palestina di hadapan publik Indonesia dan negara-negara Muslim sembari tetap menjaga sikap pragmatisme Indonesia untuk kepentingan kerjasama politik dan ekonomi atau perdagangan internasional khususnya dengan Amerika Serikat (Iannone, 2025).

Sejak tahun 2025 Indonesia memang sedang dilanda kepanikan akibat dari perang tarif yang dilancarkan Trump kepada berbagai negara dengan alasan selama ini AS dirugikan dengan tarif-tarif yang dibebankan atas barang-barang ekspor AS, termasuk dengan Indonesia. Beberapa kalangan berpendapat bahwa, sikap Indonesia yang terlihat terbuka terhadap Israel termasuk dengan bergabung ke BoP adalah bagian dari strategi Indonesia agar AS berkenan mengurangi beban tarif tersebut. Sikap Indonesia ini sangat diapresiasi oleh Donald Trump dan berbuah manis dengan pemotongan tarif dari 32 persen menjadi 19 persen termasuk peningkatan kerjasama investasi dan perdagangan Indonesia-AS melalui Agreement on Reciprocal Trade (ART)(Soeriaatmadja, 2026).

Selain isu perdagangan, Indonesia juga masih sangat bergantung pada AS terkait keamanan regional di Asia Pasifik dalam merespon politik luar negeri Tiongkok yang agresif khususnya di wilayah laut China selatan. Latihan militer dengan nama super garuda shield tahun 2025 dianggap sebagai latihan militer maritim terbesar di dunia yang diikuti oleh 11 negara termasuk Indonesia, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Inggris, Jepang, Brasil, Korea Selatan, Belanda, Selandia Baru, Singapura, dan Perancis (Caroline, 2025). Di sisi lain, Amerika masih menjadi penyuplai alutsista paling besar bagi Indonesia (OEC, n.d.).   

Pada akhirnya, keputusan Indonesia untuk masuk ke Board of Peace adalah bagian dari strategi Indonesia untuk menjaga hubungan dengan Amerika Serikat baik secara ekonomi maupun politik walaupun harus mengorbankan aspirasi publik Indonesia yang merespon negatif kebijakan tersebut dan berpotensi menurunkan soft power Indonesia sebagai negara yang selama ini tegas menolak penjajahan Israel dan selalu terdepan mendukung kemerdekaan Palestina.  

Referensi:

Alfathi, B. R. A. B. R. (2025, April 15). Indonesia Lebih Banyak Ekspor ke Israel Dibanding Palestina. GoodStats Data. https://data.goodstats.id/statistic/indonesia-lebih-banyak-ekspor-ke-israel-dibanding-palestina-zyrPU

Arbar, T. F. (2025, September 23). Isi Lengkap Pidato Prabowo dalam KTT untuk Perdamaian Palestina di PBB. CNBC Indonesia. https://www.cnbcindonesia.com/news/20250923080418-4-669292/isi-lengkap-pidato-prabowo-dalam-ktt-untuk-perdamaian-palestina-di-pbb

Aswar, H. (2023). PERSUASI ISRAEL TERHADAP MUSLIMIN INDONESIA: PESAN UNTUK TOKOH DAN ORMAS ISLAM. In Hubungan Luar Negeri Indonesia dan Pendudukan Israel atas Palestina. Deepublish.

Aswar, H. (2025, August 25). Mendesak, Indonesia Butuh Regulasi Anti-Israel. MSPI.OR.ID. https://mspi.or.id/mendesak-indonesia-butuh-regulasi-anti-israel/

Caroline, S. (2025). Indonesia Gelar Super Garuda Shield Terbesar dalam Sejarah. dw.com. https://www.dw.com/id/jakarta-jadi-tuan-rumah-latihan-militer-terbesar-di-asia-tenggara/a-73758575

Humas. (2025, May 28). Presiden Prabowo Serukan Israel untuk Akui Negara Palestina. Sekretariat Kabinet Republik Indonesia. https://setkab.go.id/presiden-prabowo-serukan-israel-untuk-akui-negara-palestina/

Iannone, A. (2025, November 7). Diplomasi di persimpangan: Antara solidaritas Palestina dan kepentingan dagang dengan Israel. The Conversation. https://doi.org/10.64628/AAN.4r6y4x7dr

Khoirunnisaa, J. (2023, March 27). DPR Sebut Israel Hadiri Forum Parlemen di Bali karena Undangan IPU. detiknews. https://news.detik.com/berita/d-6641034/dpr-sebut-israel-hadiri-forum-parlemen-di-bali-karena-undangan-ipu

Kristina, M. (2026, March 5). Indonesia Raup Surplus Dagang dari Israel Meski Tanpa Relasi Diplomatik. datasatu.com. https://datasatu.com/ekonomi/2820107/indonesia-raup-surplus-dagang-dari-israel-meski-tanpa-relasi-diplomatik

OEC. (n.d.). Military Weapons in Indonesia Trade. The Observatory of Economic Complexity. Retrieved April 2, 2026, from https://oec.world/en/profile/bilateral-product/military-weapons/reporter/idn

Rahman, M. A. (2021, November 23). Israel Rayakan Pertemuan Diplomatnya dengan Prabowo, Indonesia Terus Diincar. Kompas.id. https://www.kompas.id/artikel/israel-rayakan-pertemuan-diplomatnya-dengan-prabowo-indonesia-terus-diincar

Reuters and TOI Staff. (2025, April 9). Indonesia willing to temporarily house 1,000 refugees from Gaza. The Times of Israel. https://www.timesofisrael.com/indonesia-willing-to-temporarily-house-1000-refugees-from-gaza/

Soeriaatmadja, W. (2026, January 29). Indonesia says no to US demand to buy American drones, but agrees to other terms in trade talks. The Business Times. https://www.businesstimes.com.sg/international/asean/indonesia-says-no-us-demand-buy-american-drones-agrees-other-terms-trade-talks

Wahyuni, W. (2025, April 10). Relokasi Warga Gaza ke Indonesia Bukan Solusi. hukumonline.com. https://www.hukumonline.com/berita/a/relokasi-warga-gaza-ke-indonesia-bukan-solusi-lt67f7a075a91ed/

Facebook
Twitter
LinkedIn
0 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments

OFFICE

Faculty of Psychology and Socio-Cultural Sciences UII Kaliurang St Km. 14,5, Krawitan, Umbulmartani, Ngemplak, Sleman Regency, Special Region of Yogyakarta 55584

FOLLOW OUR ACTIVITY

Hak Cipta 2024 | Institute for Global and Strategic Studies (IGSS)